MU
Protokol Kesehatan Seolah Menjadi Alat Baru Pemerintah Demi Membentuk Negara Otoriter

Protokol Kesehatan Seolah Menjadi Alat Baru Pemerintah Demi Membentuk Negara Otoriter

Writer
21 Des 2020
Dibaca : 105x

Tampaknya situasi pandemi Covid-19 akan dijadikan alasan oleh Mendagri Tito Karnavian untuk membatasi jumlah peserta demonstrasi menjadi maksimal 50 orang. Wacana tersebut sengaja dimirip-miripkan dengan aturan pembatasan peserta kampanye pada Pilkada lalu, yang kenyataannya banyak dilanggar oleh peserta Pilkada itu sendiri.

“Kalau kata saya, batasi saja 50 orang. Sama seperti kita membatasi (jumlah orang) di pemilihan kepala darah (pilkada kemarin,” kata Tito saat menjadi pembicara dalam ajang penghargaan Innovative Government Awards (IGA) 2020 di Jakarta, Jumat (18/12)

Jika usulan atau wacana dari mantan Komandan Densus-88 tersebut terwujud, maka matilah demokrasi di negeri ini. Segala hal dan perbuatan akan dapat dikriminalisasikan atas nama Pandemi.

Negeri ini akan kian masuk ke dalam situasi di mana kebebasan rakyat untuk berkumpul dan berserikat dapat begitu saja berubah menjadi kegiatan kriminal di mata pemerintah, jika tujuannya tidak sesuai dengan kemauan penguasa.

Jika telah berhasil membatasi jumlah pendemo, maka selanjutnya nanti akan sangat mudah bagi pemerintah untuk melarang rakyat saling bertemu. Sekedar berkumpul bisa dituduh merencanakan makar, sekedar berserikat dapat distigma membentuk organisasi teroris.

Maka berbagai Hukum Hak Azasi Manusia yang lahir dari keringat, darah, bahkan nyawa rakyat akan menjadi nihil. HAM yg dimiliki rakyat menjadi tak berkutik saat berhadapan dengan aturan baru yang mbrojol berdasarkan nafsu individu penguasa. Sebetulnya aturan baru itu akan seperti anak hasil zina, karena lahir sepihak tanpa persetujuan rakyat banyak. Tapi ia akan ditakuti karena diterapkan dengan tirani.

Di Negara Pancasila ini, makin lama para penguasa bengis dan penegak hukum brutalnya tampak kian nyaman bersembunyi dibalik aturan yang bernama 'Protokol Kesehatan'.

Di tangan penguasa nan bijak, prokes memang akan dapat memberikan perlindungan kesehatan dan berhasil menyelamatkan jutaan nyawa manusia. Tapi di bawah Pemerintahan yg lalim, Prokes hanya akan menjadi alat jitu penguasa untuk mengadili pikiran rakyat dan menginjak-injak HAM yg telah lama diperjuangkan.

Berita Terkait
Baca Juga:
Tidur lebih Sehat dan Berkualitas dengan Kasur Inoac

Kesehatan 27 Jan 2019

Tidur lebih Sehat dan Berkualitas dengan Kasur Inoac

Anehitu.com - Banyak orang yang sering mengeluh saat bangun tidur, entah kepala pusing, badan terasa sakit, atau mata masih mengantuk padahal sudah tidur

Rajabacklink.com jasa review positif untuk Blog dan Meningkatkan Trust Pelanggan Produk Anda

22 Feb 2020

Rajabacklink.com jasa review positif untuk Blog dan Meningkatkan Trust Pelanggan Produk Anda

Apabila anda menjalankan sebuah bisnis, anda pasti mengharapkan bisa memiliki banyak pelanggan dan tentu mendapatkan feedback atau review yang positif dari

Fakta Unik dari Serangga Rayap

Ceritaku 8 Agu 2020

Fakta Unik dari Serangga Rayap

Hewan rayap dikenal sebagai serangga yang dapat merapuhkan properti rumah khususnya yang terbuat dari kayu. dan bahkan beberapa kerusakan parah pada dinding

Hindari Obat Kuat Pria Abal-Abal

Kesehatan 9 Jan 2019

Hindari Obat Kuat Pria Abal-Abal

AnehItu.com - Saat ini obat kuat pria ternyata tak hanya tersebar di apotek, tetapi juga banyak dijual secara ilegal di pinggir jalan. Sebagai konsumen cerdas

Selain Cegah Kanker, Sirsak Memiliki Manfaat Lain untuk Kesehatan Tubuh

Kesehatan 30 Okt 2018

Selain Cegah Kanker, Sirsak Memiliki Manfaat Lain untuk Kesehatan Tubuh

Mengkonsumsi buah-buahan setiap hari merupakan langkah tepat untuk memenuhi asupan yang diperlukan oleh tubuh. Bermacam-macam buah memiliki kandungan yang

Pemakaman Indah Berpadu Tempat Rekreasi dengan Segudang Fasilitas

Ceritaku 23 Jan 2020

Pemakaman Indah Berpadu Tempat Rekreasi dengan Segudang Fasilitas

Mungkin bagi sebagian orang yang belum mengetahui bila mendengar kata San Diego Hills adalah salah satu tempat yang berada di luar negeri. Padahal yang

rajatv
Copyright © AnehItu.com 2021 - All rights reserved
Copyright © AnehItu.com 2021
All rights reserved