Politik Di Sumbar dan Sejarah Pendirian PKI Oleh Bachtaruddin Kakek Arteria Dahlan
Di saat wabah covid yang belum juga usai, kini ramai sekali diperbincangkan tentang Sumatera Barat yang beritanya semakin panas. Sebelumnya ada Ketua DPR RI yang membuat kontroversi dengan ucapannya yang mengatakan secara tidak langsung bahwa warga Sumbar tidak Pancasilais.
Kemudian kabar yang banyak diperbincangkan tentang Sumbar adalah munculnya keterangan yang menjelaskan bahwa politikus PDIP Arteria Dahlan merupakan cucu dari pendiri Partai Komunis Indonesia (PKI) di Sumbar.
Isu ini bermula adanya penjelasan dari budayawan Minang Hasril Chaniago dalam acara salah-satu televisi swasta yang sedang membahas tentang Demokrasi di tanah Minang. Hasril menerangkan bahwa orang Minang memang selalu berbeda dalam ideologi politik, tetapi walaupun berbeda pilihan politik hubungan baik di keluarga akan tetap terjaga. Contohnya seperti keluarga Arteria yang keluarganya Masyumi namun ada Bachtaruddin Said, kakek Arteria yang memilih jadi Pendiri Partai Komunis.
Pasca kemerdekaan, Bachtarudin keluar dari kepolisian untuk bisa terjun ke politik sebagai kaum kiri. Menurut sejarawan Fikrul Hanif Sufan, keputusan itu dipengaruhi oleh seorang yang bernama Datuk Haji Batuah, seorang pentolan Sarekat Rakyat di Padang Panjang yang ditahan pemerintah kolonial di Boven Digul.

Sementara itu PKI di Sumbar sudah berdiri pada Oktober 1945 setelah maklumat nomor X tahun 1945 tentang berdirinya partai-partai. Bachtaruddin kemudian memanfaatkan momen tersebut dengan mendirikan Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan tiga orang kawannya. Kemudian partai ini menjadi partai politik pertama yang eksis di Tanah Minang dengan Bachtaruddin sebagai ketuanya.
Selepas masa revolusi fisik, Bachtaruddin kemudian masuk sebagai Wakil Ketua I Fraksi PKI lewat pemilu 1955. Namun dia hanya mampu menjabat selama satu tahun karena pada tahun 1956 beliau wafat pada 24 Juni.
Lalu bagaimana sebenarnya kejelasan kabar yang menyebutkan bahwa kakek dari Arteria Dahlan adalah Bachtaruddin yang merupakan pendiri Partai Komunis Indonesia di Sumbar. Masing-masing memang punya argumen dan sanggahan, baik Arteria maupun Hasril.
Entahlah mana yang benar dan siapa yang salah, tetapi untuk urusan PKI pada masa sekarang memang harus diwaspadai. Karena bisa saja para keturunannya sedang merencanakan sesuatu yang buruk untuk negara kita tercinta ini.
